BRMP Bali Dampingi Pemeriksaan Awal Lahan Mandiri Benih di Gianyar
Gianyar, 20 Mei 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Bali (BRMP Bali) mendampingi Pengawas Benih Tanaman (PBT) UPTD BPSBTPHBUN Provinsi Bali dalam pelaksanaan pemeriksaan awal lokasi lahan Mandiri Benih Sumber Padi Spesifik Lokasi Tahun 2026 yang akan ditanami varietas Inpari 42.
Kegiatan ini merupakan bagian dari persyaratan produksi benih sumber bersertifikat. Pemeriksaan awal lahan bertujuan memastikan bahwa lahan yang digunakan layak secara teknis, biologis, dan administratif untuk menghasilkan benih bermutu, murni varietas, sehat, serta memenuhi standar sertifikasi benih.
Kegiatan pemeriksaan dilaksanakan di Subak Tengieng, Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Hadir dalam kegiatan tersebut Tim BRMP Bali, Pengawas Benih Tanaman (PBT) BPSBTPHBUN Provinsi Bali, Penyuluh BPP Kecamatan Blahbatuh, Penangkar Benih Perkumpulan Tani Pertiwi Nuswantoro, serta petani pelaksana kegiatan.
Program Mandiri Benih Tahun 2026 merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kemandirian petani dan kelompok tani dalam penyediaan benih bermutu secara lokal, khususnya untuk komoditas tanaman pangan seperti padi, jagung, dan komoditas strategis lainnya. Program ini diarahkan kepada gapoktan maupun kelompok tani penangkar benih agar mampu memproduksi, mengolah, dan menyalurkan benih bersertifikat secara mandiri.
Pada Tahun 2026, kegiatan Mandiri Benih yang dilaksanakan oleh Penangkar Benih Perkumpulan Tani Pertiwi Nuswantoro mencakup luasan lahan tanam sebesar 10 hektare. Sebanyak 8 hektare ditanami padi varietas Inpari 32, sedangkan 2 hektare lainnya ditanami padi varietas Inpari 42 untuk lahan kering atau padi gogo. Pemeriksaan lapang lahan awal dilaksanakan pada areal seluas 2 hektare lahan kering di Subak Tengieng.
Varietas Inpari 42 Agritan GSR merupakan varietas padi unggul hasil pemuliaan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Varietas ini dikembangkan untuk mendukung sistem pertanian hemat input, tahan terhadap hama, serta adaptif terhadap perubahan iklim.
Selain itu, Inpari 42 Agritan GSR juga termasuk dalam kelompok Green Super Rice (GSR), yaitu varietas yang dirancang memiliki daya hasil tinggi, efisien dalam penggunaan sumber daya, serta toleran terhadap kondisi lingkungan suboptimal dan berbagai cekaman lingkungan.
(Agung Prijanto dan Tim)